skip to Main Content

Mengapa Sakai Tingkatkan Produksi Soil Compactor di Indonesia?

Merespon permintaan alat-alat konstruksi jalan yang terus meningkat akhir-akhir ini seiring dengan kian pesatnya pembangunan infrastruktur,  Sakai Heavy Industries Ltd. telah meresmikan pabrik baru di Indonesia tahun lalu untuk menggandakan kapasitas produksinya sekaligus memperkuat jaringan penjualannya.

Fasilitas produksi baru yang terletak di kawasan East Java Industrial Park (EJIP), Cikarang, Jawa Barat ini memiliki luas 51.829 meter persegi dan merupakan gabungan dari dua pabrik Sakai sebelumnya yang sudah cukup lama beroperasi di daerah ini.

Bersamaan dengan peresmian pabrik baru itu, produsen alat konstruksi jalan asal Jepang yang menguasai sekitar 70 persen pangsa pasar mesin-mesin pembuatan dan perawatan jalan di Indonesia ini meluncurkan mesin Road Stabilizer PM550/550-s. Alat ini diproduksi di pabrik baru ini untuk menekan biaya. Selama ini, Road Stabilizer PM550/550-s diproduksi di Jepang, sehingga leadtime-nya panjang dan harganya terlampau mahal. Dengan diproduksi di Indonesia, dikerjakan oleh orang-orang Indonesia, menggunakan banyak konten lokal, maka leadtime akan makin pendek dan tentu harganya akan berkurang.

Selain Road Stabilizer PM550/550-s, jenis-jenis mesin lain yang diproduksi di pabrik Sakai yang baru ini adalah Roller SV500 (kapasitas 10 – 13 ton) dan TS (Tire Roller) dengan kapasitas 8 – 15 ton. Produk-produk yang dibuat di sini bukan hanya memenuhi kebutuhan pasar Indonesia, melainkan juga untuk pasar ekspor. Namun, modelnya tidak sama. Untuk roller, misalnya, model SV521 untuk pasar internasional, sementara untuk pasar dalam negeri SV526.

Dari unit-unit mesin yang diproduksi di Indonesia, sekitar 60 persen ditujukan untuk pasar ekspor ke berbagai tujuan, termasuk Asia Tenggara dan Timur Tengah. PT Sakai Indonesia memiliki pangsa pasar domestik sekitar 40 persen di segmen mesin-mesin vibratory soil compactor.

Sakai memiliki tiga anak perusahaan di Indoensia: PT Sakai Indonesia, yang memproduksi mesin-mesin untuk pasar ekspor; PT Sakai Road Machinery Indonesia, yang membuat mesin-mesin untuk pasar domestik; dan PT Sakai Sales and Services Asia, yang didirikan pada tahun 2017 sebagai divisi penjualan.

Kedua perusahaan manufaktur itu akan merger per Januari 2020 menyusul penyatuan pabrik-pabrik tersebut. Sakai Sales and Services Asia, yang sejauh ini fokus di bidang after-sales services (ASS), selanjutnya akan melakukan penjualan.

“Kami telah membentuk suatu struktur tiga pilar yang menggabungkan produksi, penjualan dan layanan,” kata Presiden Direktur Sakai Indonesia Hiroshi Baba saat peresmian pabrik tersebut. “Kami ingin berkontribusi pada pembangunan infrastruktur di seluruh dunia.”

Sakai, dengan dukungan kuat dari fasilitas produksi yang dimilikinya di Tanah Air, memasarkan mesin-mesin pembuat dan perawatan jalan yang sangat sesuai dengan  kebutuhan pasar. “Produk-produk kami mudah digunakan dan tahan lama. Kami didukung oleh brand yang reliable,” pungkas Baba, meyakinkan.

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top